Cerita cinta yang pernah kandas 5 tahun yang lalu, tiba-tiba mulai
tumbuh dan bersemi lagi, entah apa dan mengapa akhir-akhir ini aku
terjerat lagi panah asmaranya, senyum yang pernah ku benci kini selalu
menggoda di setiap sudut lamunanku. Semula semua aku anggap hanyalah
kenangan yang masih tersisa, namun lambat laun menjadi sebuah kewajiban
lamunan menjelang tidurku. “Aleandro… Alan cintamu tlah kembali” namun
Alan kenapa hanya aku yang merasakannya, apa cinta ini hanya sebuah
kenangan yang sempat menyapaku siang tadi. “Tidak Alan… tatapan matamu
mengisyaratkan masih ada peluang cinta disana”.
Bagaimana aku harus
memastikan bahwa cinta ini adalah cinta lama yang bersemi kembali, aku
harus mencari jawabannya dari Alan.
Sengaja malam ini aku putar lagu “hello by Lionel Richi” lagu
kenangan berdua saat Alan menyatakan cintanya, aku berharap Alan
menepati janjinya menemuiku malam ini. Hati yang masih berdebar seperti
saat aku jatuh cinta tuk pertama kali pada Alan, ku coba sembunyikan
rasa galau yang mulai menyerangku.
Jam dinding menunjukkan pukul 7 lebih 5 menit, Alan melewati dari jam
yang seharusnya dia datang. Aku mencoba bersabar dan berpikir positif
tentang dia, walau hati ini mulai resah. Setengah jam sudah terlewat
begitu saja, aku mulai gerah dan berdiri memandangi jalan yang mulai
tampak lengang… dimana kau Alan, akankah engkau ingkari janjimu malam
ini, merajut kembali serpihan cinta kita yang terkoyak… Alan datanglah,
risau hati ini tanpa ada sebaris kepastian darimu…
Jam menunjukkan pukul 9 tepat, tanpa sadar ada sebutir air mata di
sudut mataku, kecewakah aku, aku tak tahu apa yang mesti aku jawab. Aku
mulai jenuh dengan penantian ini, aku mulai menetralisir rasa yang masih
berharap. Aku menyadari ternyata cinta ini hanya cinta lama yang
bersemi, namun cinta ini tak kan bisa kurajut lagi seperti dulu. Karena
Alan tidak lagi memilihku… Di saat lamunan itu mulai membayangiku, tanpa
sadar aku mulai menangis, rasa sakit, kecewa sama persis ketika Alan
memutuskan hubungan cintanya.
Gerimis di luar menambah suasana hatiku tambah dingin, ku beranjak
berdiri dan melangkahkan kakiku menuju kamar tidurku, ku berharap bisa
melupakan semua kejadian malam ini. Sejenak langkahku terhenti sesaat
kulihat seseorang memanggilku dari luar. Aku tak mengenalinya, tapi
kenapa dia bisa tahu namaku.
Aku berjalan mendekatinya, dan mencoba mengerti apa yang
disampaikannya. Sepucuk surat berwarna biru, bergambar hati dan tertera
nama Alan dan namaku… ada tulisan tangan Alan berbunyi “aku masih sayang
kamu”, Aku membacanya berulang-ulang dan tiba-tiba aku sadar “dimana
Alan” kenapa aku terlena tanpa mendengar penjelasan orang itu, yang
sempat aku ingat dan dengar hanyalah “Alan… Alan telah pergi” “Oh My
God, apa yang terjadi…” aku berusaha berlari mencari jawabannya, hujan
yang mulai deras mengguyur tubuhku tanpa ampun, hingga akhirnya aku
melihat dari jauh kerumunan orang yang berdiri di sudut jalan itu.
Aku mencoba menerobos dan melihat apa yang mereka lihat, tapi tanpa
aku sadari tiba-tiba tubuhku lemas dan mataku kabur… hingga akhirnya
gelap pandanganku. Tersadar akhirnya aku hanya melihat jasad Alan yang
membujur kaku di hadapanku, air mata ini telah kering, menangispun
cintaku tak akan kembali, aku meratapi cinta yang sempat tumbuh kembali
di hatiku, mengapa hanya untuk sesaat dan pergi lagi, cinta yang lebih
kuat dari sebelumnya dan luka yang lebih dalam dari sebelumnya… aku baru
menyadarinya arti cinta yang sebenarnya, ternyata Alan telah memberikan
sesuatu yang berarti dalam hidupku, bahwa cinta tak selalu bisa saling
memiliki namun cinta tetap akan abadi selamanya dari dalam hati…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar