Antara Cinta dan Keyakinan Apakah cinta kita dapat diperjuangkan? Dunia terasa begitu indah ketika orang tengah di mabuk cinta. Hal sekecil dan sesederhana apapun tentu akan terasa begitu menyenangkan. Namun akan berbeda ceritanya ketika anda jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan. Cinta yang dilandasi dengan perbedaan keyakinan akan terasa indah karena kedua insan mampu bersatu mesti terbentang perbedaan keyakinan yang begitu nyata. Namun dibalik itu, ada kepahitan yang terasa karena justru perbedaan itulah yang menjadi penghalang kelanjutan cinta mereka. Diambil dari kisah nyata.
Berawal dari perkumpulan Komunitas/Fams di Kota tua ( Jakarta ), Ketika itu kami seluruh komunitas/fams sedang mengadakan Gathring, dan ada salah satu ketua Fams dari EWF ( Emo World Freedom ) bernama Fendy yang lagi asik dengan teman-teman famsnya, tiba-tiba melihat seorang perempuan lugu nan polos dari salah satu komunitas yang hadir di acara Gathring tersebut. Karena diselimuti rasa penasaran yang mendalam, akhirnya di cari tahulah siapa nama perempuan itu, alhasil mereka pun berkenalan dan nama perempuan itu adalah Elizha ( Lizha ), dari awal perkenalan yang berujung saling tukar nomor handphone, akhirnya mereka pun sering berkomunikasi dan sering curhat colongan di sosmed.
Dan pada malam akhir tahun 2012 menyambut Tahun Baru 2013, kami pun mengadakan acara malam tahun baruan bersama-sama semua komunitas/fams di Ancol. seiring berjalannya waktu kita semua seru-seruan bareng disana dan sama-sama menyantap ikan bakar yang t'lah kita semua persiapkan,dan malam itu menjadi momen mengharukan bagi semua yang ikut berpartisipasi di acara tersebut tepatnya sehabis petasan menghiasi langit di malam itu Lizha pun menyampaikan pesan kepada kita semua kalau malam ini adalah malam terakhir buat dia berkumpul bersama kita semua, karena dia mau pindah ke luar kota, sedih sih terutama bagi Fendy yang lagi dekat sama Lizha, akhirnya dia berpamitan sama kita semua dengan rasa berat kita semua pun mencoba ikhlas.
Lizha pun sudah pindah tapi mereka ( Fendy dan Lizha ) tidak putus komunikasi dan terus berhubungan walaupun hanya melalui sosmed dan gadget, mereka pun saling mengungkapkan isi hati mereka, dan pada suatu ketika Fendy dan teman-teman bandnya ingin pergi ke studio music, hal yang membuat heran pun muncul, tiba-tiba Lizha sudah ada di depan rumah salah satu teman band Fendy, seneng banget kayanya buat si Fendy dapet kejutan orang yang dia suka dan sayang tiba-tiba ada di depan matanya, Lizha pun memutuskan bahwa dia akan menetap di jakarta, wow tambah bahagianya.
pada tanggal 11 Januari 2013 mereka pun resmi jadian ( pacaran ), mereka menjalani hubungan yang indah dan banyak kenangan yang mungkin bakal susah buat dilupain, dari sering berantem, romantis, gila-gilaan bareng, susah seneng bareng, touring bareng dan lain-lain.
dan suatu ketika hubungan mereka sudah berjalan lama, mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan lebih serius, karena mereka sudah bosan berantem, cemburu-cemburuan dan pengen saling memiliki seutuhnya, tapi ada satu masalah besar dalam hubungan mereka yang mungkin tidak akan ada solusinya karena mereka sama-sama memegang teguh keyakinan mereka masing-masing, yaitu Agama.
Tetapi mereka berdua tetap bertahan menjalani hubungan mereka dan mencoba mencari jalan keluar untuk kehidupan mereka kedapannya. Sudah 2 tahun mereka menjalani hubungan itu, terkadang masalah itu pun sudah hampir terpecahkan, tapi sebuah pemikiran pun tidak pernah menetap pada suatu komitmen, hari ini Iya , besok Tidak.
Dari masalah itu, hubungan mereka pun jadi goyang dan sering bertengkar, dan di setiap pertengkaran selalu masalah perbedaan agama di bahas, memang sih orang tua Lizha agamanya kuat makanya anaknya harus punya suami yang seagama ( Kristen ), dan kalau orang tua Fendy ngasih kebebasan buat pilihan anaknya dan tidak pernah memaksa untuk masa depannya.
Waktu terus berjalan, semakin hari semakin banyak perubahan di hubungan mereka, mereka udah jarang berkomunikasi dan jarang bertemu. Pada suatu hari mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka yang selama 2 tahun 3 bulan itu, dengan berat mereka pun berpisah bukan karena tidak sayang dan tidak cinta, tapi mereka berdua tidak ingin saling egois karena suatu hubungan yang berbeda agama dan mengecewakan kedua orang tua mereka masing-masing. Benar kalau ada yang bilang, Cinta Itu Tidak Harus Memiliki..
Sekian.
fendy20.blogspot.com
BalasHapus