Jumat, 24 Juli 2015
Asking Alexandria - Closure (Official Music Video)
Asking Alexandria - Closure (Official Music Video) | Download
Kamis, 23 Juli 2015
Sejarah EMO
apakah emo itu ? menurut sejarah, kata - kata emo merupakan kependekan dari kata emosional
Emo, emo, emo dan emo. Adalah sebuah istilah yang sekarang ini sering sekali kita dengar baik lewat televisi, radio, percakapan sehari-hari serta digembar-gemborkan khususnya anak-anak muda. Apa sih emo itu? Malah ada juga yang berkata “emo- skinhead-punk”. Wah, terus apa pula hubungannya dengan Skinhead-punk? Apa Emo adalah bagian dari Skinhead-punk? Atau apalah!
Pertanyaan menarik yang muncul karena sebuah kerancuan serta ketidakpastian disekitar yang menjadikan “kabur” mengenai Emo itu sendiri adalah hal-hal yang ingin saya angkat, namun hanya berdasarkan tinjauan atribut yang dikenakan. Menurut saya, secara tidak langsung atribut dan benda dapat menjelaskan kronologis kejadian yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan atau evolusi.
Pada dasarnya, segala sesuatu di dunia ini pasti akan mengalami perubahan. Dan ini berlaku diberbagai aspek kehidupan. Hal ini wajar terjadi jika dihubungkan dengan manusia sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan memiliki akal dan pikiran yang dinamis. Skinhead, Punk, dan kaum-kaum subkultur sejenis lainnya, pasti tidak akan terelakkan dari hal yang berhubungan dengan evolusi. Singkatnya, Emo adalah sebuah bentuk evolusi dari kaum skinhead-punk.
Emotion Hardcore biasanya disebut (istilah ngetrend) Emo, adalah sebuah gaya hidup, fashion dan budaya yang baru saat sekarang ini mulai nge-boom di seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Emotion berasal dari bahasa Inggris, berarti emosi atau perasaan seseorang yang ingin diekspresikan. Sedangkan Hardcore adalah sejenis aliran musik yang memiliki tipe raungan gitar elektrik clean dan hentakkan drum yang dimainkan keras.
Dilihat dari sejarah munculnya, Emo adalah cabang atau yang lebih tepatnya adalah bentuk perkembangan dan evolusi dari Skinhead dan Punk. Emo muncul pertama kali sekitar pertengahan tahun 1980 di Washington, dan pertama kali diperkenalkan oleh band beraliran punk-melodic, DC Scene. Seperti artinya (emotion), lagu yang diusung lebih banyak mengandung unsur-unsur emosi dan perasaan seperti cinta, kasih sayang, rasa marah, kesal, dan segala sesuatu yang berhubungan erat dengan asmara dan perasaan seseorang.
Sekitar tahun 1990, emo semakin berkembang. Dibuktikan dengan banyak bermunculan band-band baru seperti Rites of Spring, Embrace, One Last Wish, Beefeater, Gray Matter, Fire Party, Slightly later, dan Moss Icon. Pada tahun inilah emo mencapai puncak-puncaknya. Sering dengan waktu banyak pula terjadi pencabangan dalam aliran emo sendiri.
Menurut Billy Joe Amstrong, gitaris band beraliran punk melodic Green Day (secara tidak langsung ia sendiri juga yang mempelopori revitalisasi emo kembali muncul di publik), emo adalah sebuah gabungan antara punk dan gothic. Sebuah karya besar jika kedua mainstream (sikap independen yang dilakukan kelompok-kelompok anak muda tertentu, berhubungan dengan kultur pop kaum muda) ini dipadukan. Dan bukan hal yang mustahil jika keduanya digabungkan akan tercipta sesuatu yang fantastis. Kesamaan keduanya mampu berkolaborasi dan saling melengkapi. Dan sebagai cara untuk membedakan bahwa ini adalah sesuatu yang baru, perlu suatu adanya upaya penonjolan jati diri. Dengan atribut gabungan keduanyalah sebuah aliran dan lifestyle baru ini mampu diterima. Sebuah ideologi dapat diterima jika memiliki sesuatu sebagai identitasnya dan mampu menunjukkannya pada umum.
Namun, kaum skinhead-punk yang masih tetap memegang idiologi “asli” skinhead, berpendapat bahwa emo adalah bentuk kehancuran Skinhead-Punk. Dikatakan kehancuran karena idiologi anti kemapanan yang selalu diikrarkan oleh kaum Skinhead, sudah tidak bermakna lagi, kalah dan ditelan oleh bentuk kapitalisme dan mapan (Bowo(22) , mahasiswa Fak.Filsafat UGM, seorang Skinhead dan punker). Ditambahkan pula oleh rekannya, Empu (Christian), ia mengungkapkan kekecewaanya terhadap Emo (kaum Skinhead-Punk yang sudah dipengaruhi kapitalisme modern), Emo tidak pantas dianggap sebagai punk karena tidak mencirikan sebagai sesuatu yang anti dengan kemapanan. Ditegaskan lagi dengan segala jenis atribut yang mereka (Emo) yang lebih menonjolkan kemewahan, merk. Sudah jelas mereka bukan Skinhead-punk yang sebenarnya. Emo hanyalah sebuah bentuk kapitalisme musik, ideologi yang dikemas dan menyusup rapi ke dalam ideologi skinhead-punk yang selama ini sudah berakar kuat.
Lain halnya yang dikatakan Putri, mahasiswi Fak. Ilmu Budaya UGM jurusan Antropologi. Menurutnya emo merupakan suatu bentuk gaya hidup baru yang sangat cocok khususnya generasi muda. Ekspressionis, enerjik, modis, begitulah gambaran emo, tambahnya.
Ironis memang hal itu berkembang di masyarakat, tetapi itulah fakta yang terjadi. Budaya atribut telah berkembang di masyarakat. Atribut adalah suatu penjelas seseorang berada di sebuah identitas diri tertentu yang secara fisik atau kasat mata merupakan pembeda/sama dengan lingkungan sekitarnya (itu sudah jelas) dan dengan atribut pula yang identik dengan kelas tertentu di masyarakat berkembang pemikiran tentang penyeragaman. Penyeragaman b
erarti
pembakuan. Jika melihat atribut emo itu harus Emo-style, Peircing,
Gaspers, Eye-shadow, pin, emblem, dsb, maka berarti hal itu telah
dianggap baku dan adanya telah seperti itu.
Sama seperti kaum skinhead-punk yang sudah memiliki identitas dan atribut masing-masing Emo pun memiliki identitas dan atribut sebagai pembeda dari kaum-kaum yang lainnya. Secara sekilas memang memiliki kemiripan satu sama lain, hal itu wajar saja terjadi karena atribut yang digunakan oleh para penganut emo adalah bentuk perkembangan dari fashion kaum skinhead-punk. Terjadi perubahan dikarenakan dalam perkembangannya mendapat pengaruh-pengaruh budaya baru seiring berjalannya waktu, zaman dan kemajuan dalam bidang fashion pula.
Makna Atribut
Semua
hasil material antara punk dan skinhead itu berdasarkan atas
pemikiran-pemikiran yang telah didorong oleh nilai-nilai perlawanan atas
hal-hal yang membosankan dan menindas (suatu rangkaian yang tidak
dipisahkan). Skinhead memang terlahir dari pemikiran dengan nilai-nilai
perlawanan atas suatu pemikiran mainstream, membosankan dan menindas
(seperti kapitalisasi, penghisapan, pembodohan, dsb). Sedangkan punk
lahir akibat pengaruh-pengaruh yang baru bukan hanya kapitalisme, gaya,
tetapi juga dalam karya musik. Namun apa yang terjadi pada Emo? Emo
tercipta karena kedua subkultur di atas (punk dan skinhead) telah
dimasuki oleh paham-paham kapitalisme, fashionable, dan keinginan untuk
bergaya. Sebuah kondisi yang sangat berlawanan pengan paham
Skinhead-Punk yang notabennya sebagai nenek moyang Emo.
Pada dasarnya sama, Emo menggunakan topi, celana jeans, kalung, gelang, gasper, mempunyai tindik, bertato, memakai peircing sebagai atributnya. Tetapi sudah tidak memiliki makna ideologi. Semua atribut yang dipasang dan dipergunakan hanya sebatas pelengkap. Tidak seperti Skinhead-Punk, menurut mereka kalung rantai, gelang rantai, anting peniti, Peircing memiliki makna sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu (kapitalisme, pemerintahan). Tetapi sedangkan Emo tidak memiliki makna apapun, yang terjadi hanya pemaknaan bahwa Emo(seluruh atributnya) adalah bentuk ekspresi dari anak-anak muda pada umumnya (keren, modis, gaul, bermerk) yang juga jelas bertentangan dengan Skinhead-Punk. Sejauh ini memang belum ditemukan dan didapat mengenai makna yang signifikan dalam setiap atribut yang mereka (kaum Emo) kenakan.
Perbandingan Atribut dan Aksesoris antrara Skinhead dan Emo
No. Atribut
Skinhead
Emo
1.Tindik
Punk : Anting ( biasanya dipakai hanya pada telinga saja)
Emo : Anting, Peircing ( digunakan pada teling, bandul telinga, hidung, pelipis, alis, lidah bibir. Malah ada yang digunakan disemua bagian itu)
2. Sepatu
Punk : Boot keras, Loafers, Steel toe cap.
Emo : Converse (sepatu kets produksi USA), Vans.
3. Baju
Punk : Polo, kaos berkerah, kemeja berkerah, jaket kulit. Skinhead lebih berpenampilan rapi dan bersih.
Emo : Kaos Distro, Blazer, Kemeja.
4. Celana
Punk : Levi’s, jeans gombrong, sta prest (ketat).
Emo : Jeans staprest, Hipster.
5. Drugs dan Alkohol
Punk : Menolak (hanya sedikit yang menerima, menolak lebih mendominasi).
Emo : Merekok, Alkoholik, Drgus tidak dipakai sama sekali.
6. Kendaraan
Punk : Motor tua, Skuter vespa, Moge (motor gede/motor besar).
Emo : Tidak memiliki Kendaraan yang spesifik.
7. Rambut
Punk : Plontos, cepak
Emo : Rambut Emo.
8. Perhiasan
Punk : Rantai anjing, gelang spike, emblem
Emo : Kalung, gelang, Jam tangan, Hand-Band, Cincin.
9. Pewarna Rambut
Punk : Tidak memakai
Emo : Memakai (biasanya berwarna merah)
10. Make-Up wajah
Punk : Tidak memakai
Emo : Memakai seperti eye-Shadow/eye-liner, Lip-gloss.
11. Topi
Punk : Pork-pie, bolero
Emo : Topi Emo
12. Tatoo
Punk : Tidak memakai
Emo : Memakai tetapi minimalis
KESIMPULAN
Atribut merupaan penanda dari suatu komunitas atau kebudayaan. Ini merupakan ciri khas yang menjadi suatu keharusan yang tidak tertulis dalam lingkup kehidupan. Penggunaan atribut pada kebudayaan atau komunitas tertentu menjadikannya suatu simbol yang menggambarkan identitas kehidupan mereka. Dari atribut pula sebuah pemaknaan dapat dilihat dan dideskripsikan.
Emo adalah sebuah bentuk merosotnya suatu makna ideologi dari suatu kaum subkultur (Skinhead-Punk) yang selama ini telah memiliki ideologi anti kemapanan sebagai bentuk perlawanan terhadap kemewahan, hukum-hukum yang selalu menindas kaum kecil. Emo sengaja diciptakan sebagai salah satu “senjata” untuk memerangi dan mengalahkan ideologi Skinhead-Punk Segala jenis atribut yang mereka (Emo) kenakan yang lebih menonjolkan kemewahan, merk. Sudah jelas mereka bukan Skinhead-punk yang sebenarnya. Emo hanyalah sebuah bentuk kapitalisme musik, dan ideologi pro-kemapanan yang dikemas dan menyusup rapi ke dalam ideologi skinhead-punk yang selama ini sudah berakar kuat dalam benak para pengikutnya.
Emo, emo, emo dan emo. Adalah sebuah istilah yang sekarang ini sering sekali kita dengar baik lewat televisi, radio, percakapan sehari-hari serta digembar-gemborkan khususnya anak-anak muda. Apa sih emo itu? Malah ada juga yang berkata “emo- skinhead-punk”. Wah, terus apa pula hubungannya dengan Skinhead-punk? Apa Emo adalah bagian dari Skinhead-punk? Atau apalah!
Pertanyaan menarik yang muncul karena sebuah kerancuan serta ketidakpastian disekitar yang menjadikan “kabur” mengenai Emo itu sendiri adalah hal-hal yang ingin saya angkat, namun hanya berdasarkan tinjauan atribut yang dikenakan. Menurut saya, secara tidak langsung atribut dan benda dapat menjelaskan kronologis kejadian yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan atau evolusi.
Pada dasarnya, segala sesuatu di dunia ini pasti akan mengalami perubahan. Dan ini berlaku diberbagai aspek kehidupan. Hal ini wajar terjadi jika dihubungkan dengan manusia sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan memiliki akal dan pikiran yang dinamis. Skinhead, Punk, dan kaum-kaum subkultur sejenis lainnya, pasti tidak akan terelakkan dari hal yang berhubungan dengan evolusi. Singkatnya, Emo adalah sebuah bentuk evolusi dari kaum skinhead-punk.
Emotion Hardcore biasanya disebut (istilah ngetrend) Emo, adalah sebuah gaya hidup, fashion dan budaya yang baru saat sekarang ini mulai nge-boom di seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Emotion berasal dari bahasa Inggris, berarti emosi atau perasaan seseorang yang ingin diekspresikan. Sedangkan Hardcore adalah sejenis aliran musik yang memiliki tipe raungan gitar elektrik clean dan hentakkan drum yang dimainkan keras.
Dilihat dari sejarah munculnya, Emo adalah cabang atau yang lebih tepatnya adalah bentuk perkembangan dan evolusi dari Skinhead dan Punk. Emo muncul pertama kali sekitar pertengahan tahun 1980 di Washington, dan pertama kali diperkenalkan oleh band beraliran punk-melodic, DC Scene. Seperti artinya (emotion), lagu yang diusung lebih banyak mengandung unsur-unsur emosi dan perasaan seperti cinta, kasih sayang, rasa marah, kesal, dan segala sesuatu yang berhubungan erat dengan asmara dan perasaan seseorang.
Sekitar tahun 1990, emo semakin berkembang. Dibuktikan dengan banyak bermunculan band-band baru seperti Rites of Spring, Embrace, One Last Wish, Beefeater, Gray Matter, Fire Party, Slightly later, dan Moss Icon. Pada tahun inilah emo mencapai puncak-puncaknya. Sering dengan waktu banyak pula terjadi pencabangan dalam aliran emo sendiri.
Menurut Billy Joe Amstrong, gitaris band beraliran punk melodic Green Day (secara tidak langsung ia sendiri juga yang mempelopori revitalisasi emo kembali muncul di publik), emo adalah sebuah gabungan antara punk dan gothic. Sebuah karya besar jika kedua mainstream (sikap independen yang dilakukan kelompok-kelompok anak muda tertentu, berhubungan dengan kultur pop kaum muda) ini dipadukan. Dan bukan hal yang mustahil jika keduanya digabungkan akan tercipta sesuatu yang fantastis. Kesamaan keduanya mampu berkolaborasi dan saling melengkapi. Dan sebagai cara untuk membedakan bahwa ini adalah sesuatu yang baru, perlu suatu adanya upaya penonjolan jati diri. Dengan atribut gabungan keduanyalah sebuah aliran dan lifestyle baru ini mampu diterima. Sebuah ideologi dapat diterima jika memiliki sesuatu sebagai identitasnya dan mampu menunjukkannya pada umum.
Namun, kaum skinhead-punk yang masih tetap memegang idiologi “asli” skinhead, berpendapat bahwa emo adalah bentuk kehancuran Skinhead-Punk. Dikatakan kehancuran karena idiologi anti kemapanan yang selalu diikrarkan oleh kaum Skinhead, sudah tidak bermakna lagi, kalah dan ditelan oleh bentuk kapitalisme dan mapan (Bowo(22) , mahasiswa Fak.Filsafat UGM, seorang Skinhead dan punker). Ditambahkan pula oleh rekannya, Empu (Christian), ia mengungkapkan kekecewaanya terhadap Emo (kaum Skinhead-Punk yang sudah dipengaruhi kapitalisme modern), Emo tidak pantas dianggap sebagai punk karena tidak mencirikan sebagai sesuatu yang anti dengan kemapanan. Ditegaskan lagi dengan segala jenis atribut yang mereka (Emo) yang lebih menonjolkan kemewahan, merk. Sudah jelas mereka bukan Skinhead-punk yang sebenarnya. Emo hanyalah sebuah bentuk kapitalisme musik, ideologi yang dikemas dan menyusup rapi ke dalam ideologi skinhead-punk yang selama ini sudah berakar kuat.
Lain halnya yang dikatakan Putri, mahasiswi Fak. Ilmu Budaya UGM jurusan Antropologi. Menurutnya emo merupakan suatu bentuk gaya hidup baru yang sangat cocok khususnya generasi muda. Ekspressionis, enerjik, modis, begitulah gambaran emo, tambahnya.
Atribut Emo
“Wah,
dia rambutnya nggak Spike/Mohawk, nggak botak lagi, terus nggak pake’
spike di tangan atau di ikat pinggang, dilehernya nggak ada juga kalung
rantai + gemboknya (dog collars), dan nggak2 yang laen lagi. Keliatannya
lebih kalem, rapi. Kesimpulannya…wah!, dia ini bukan anak skinhead!
Tapi….., punk? ……bukan, gothic juga bukan,.. lantas apa?” Sepenggal
cerita yang ada di masyarakat.Ironis memang hal itu berkembang di masyarakat, tetapi itulah fakta yang terjadi. Budaya atribut telah berkembang di masyarakat. Atribut adalah suatu penjelas seseorang berada di sebuah identitas diri tertentu yang secara fisik atau kasat mata merupakan pembeda/sama dengan lingkungan sekitarnya (itu sudah jelas) dan dengan atribut pula yang identik dengan kelas tertentu di masyarakat berkembang pemikiran tentang penyeragaman. Penyeragaman b
erarti
pembakuan. Jika melihat atribut emo itu harus Emo-style, Peircing,
Gaspers, Eye-shadow, pin, emblem, dsb, maka berarti hal itu telah
dianggap baku dan adanya telah seperti itu.Sama seperti kaum skinhead-punk yang sudah memiliki identitas dan atribut masing-masing Emo pun memiliki identitas dan atribut sebagai pembeda dari kaum-kaum yang lainnya. Secara sekilas memang memiliki kemiripan satu sama lain, hal itu wajar saja terjadi karena atribut yang digunakan oleh para penganut emo adalah bentuk perkembangan dari fashion kaum skinhead-punk. Terjadi perubahan dikarenakan dalam perkembangannya mendapat pengaruh-pengaruh budaya baru seiring berjalannya waktu, zaman dan kemajuan dalam bidang fashion pula.
Makna Atribut
Pada dasarnya sama, Emo menggunakan topi, celana jeans, kalung, gelang, gasper, mempunyai tindik, bertato, memakai peircing sebagai atributnya. Tetapi sudah tidak memiliki makna ideologi. Semua atribut yang dipasang dan dipergunakan hanya sebatas pelengkap. Tidak seperti Skinhead-Punk, menurut mereka kalung rantai, gelang rantai, anting peniti, Peircing memiliki makna sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu (kapitalisme, pemerintahan). Tetapi sedangkan Emo tidak memiliki makna apapun, yang terjadi hanya pemaknaan bahwa Emo(seluruh atributnya) adalah bentuk ekspresi dari anak-anak muda pada umumnya (keren, modis, gaul, bermerk) yang juga jelas bertentangan dengan Skinhead-Punk. Sejauh ini memang belum ditemukan dan didapat mengenai makna yang signifikan dalam setiap atribut yang mereka (kaum Emo) kenakan.
Perbandingan Atribut dan Aksesoris antrara Skinhead dan Emo
No. Atribut
Skinhead
Emo
1.Tindik
Punk : Anting ( biasanya dipakai hanya pada telinga saja)
Emo : Anting, Peircing ( digunakan pada teling, bandul telinga, hidung, pelipis, alis, lidah bibir. Malah ada yang digunakan disemua bagian itu)
2. Sepatu
Punk : Boot keras, Loafers, Steel toe cap.
Emo : Converse (sepatu kets produksi USA), Vans.
3. Baju
Punk : Polo, kaos berkerah, kemeja berkerah, jaket kulit. Skinhead lebih berpenampilan rapi dan bersih.
Emo : Kaos Distro, Blazer, Kemeja.
4. Celana
Punk : Levi’s, jeans gombrong, sta prest (ketat).
Emo : Jeans staprest, Hipster.
5. Drugs dan Alkohol
Punk : Menolak (hanya sedikit yang menerima, menolak lebih mendominasi).
Emo : Merekok, Alkoholik, Drgus tidak dipakai sama sekali.
6. Kendaraan
Punk : Motor tua, Skuter vespa, Moge (motor gede/motor besar).
Emo : Tidak memiliki Kendaraan yang spesifik.
7. Rambut
Punk : Plontos, cepak
Emo : Rambut Emo.
8. Perhiasan
Punk : Rantai anjing, gelang spike, emblem
Emo : Kalung, gelang, Jam tangan, Hand-Band, Cincin.
9. Pewarna Rambut
Punk : Tidak memakai
Emo : Memakai (biasanya berwarna merah)
10. Make-Up wajah
Punk : Tidak memakai
Emo : Memakai seperti eye-Shadow/eye-liner, Lip-gloss.
11. Topi
Punk : Pork-pie, bolero
Emo : Topi Emo
12. Tatoo
Punk : Tidak memakai
Emo : Memakai tetapi minimalis
KESIMPULAN
Atribut merupaan penanda dari suatu komunitas atau kebudayaan. Ini merupakan ciri khas yang menjadi suatu keharusan yang tidak tertulis dalam lingkup kehidupan. Penggunaan atribut pada kebudayaan atau komunitas tertentu menjadikannya suatu simbol yang menggambarkan identitas kehidupan mereka. Dari atribut pula sebuah pemaknaan dapat dilihat dan dideskripsikan.
Emo adalah sebuah bentuk merosotnya suatu makna ideologi dari suatu kaum subkultur (Skinhead-Punk) yang selama ini telah memiliki ideologi anti kemapanan sebagai bentuk perlawanan terhadap kemewahan, hukum-hukum yang selalu menindas kaum kecil. Emo sengaja diciptakan sebagai salah satu “senjata” untuk memerangi dan mengalahkan ideologi Skinhead-Punk Segala jenis atribut yang mereka (Emo) kenakan yang lebih menonjolkan kemewahan, merk. Sudah jelas mereka bukan Skinhead-punk yang sebenarnya. Emo hanyalah sebuah bentuk kapitalisme musik, dan ideologi pro-kemapanan yang dikemas dan menyusup rapi ke dalam ideologi skinhead-punk yang selama ini sudah berakar kuat dalam benak para pengikutnya.
CLBK ( Cinta Lama Bukan Kutukan )
Cerita cinta yang pernah kandas 5 tahun yang lalu, tiba-tiba mulai
tumbuh dan bersemi lagi, entah apa dan mengapa akhir-akhir ini aku
terjerat lagi panah asmaranya, senyum yang pernah ku benci kini selalu
menggoda di setiap sudut lamunanku. Semula semua aku anggap hanyalah
kenangan yang masih tersisa, namun lambat laun menjadi sebuah kewajiban
lamunan menjelang tidurku. “Aleandro… Alan cintamu tlah kembali” namun
Alan kenapa hanya aku yang merasakannya, apa cinta ini hanya sebuah
kenangan yang sempat menyapaku siang tadi. “Tidak Alan… tatapan matamu
mengisyaratkan masih ada peluang cinta disana”.
Bagaimana aku harus memastikan bahwa cinta ini adalah cinta lama yang bersemi kembali, aku harus mencari jawabannya dari Alan.
Sengaja malam ini aku putar lagu “hello by Lionel Richi” lagu kenangan berdua saat Alan menyatakan cintanya, aku berharap Alan menepati janjinya menemuiku malam ini. Hati yang masih berdebar seperti saat aku jatuh cinta tuk pertama kali pada Alan, ku coba sembunyikan rasa galau yang mulai menyerangku.
Jam dinding menunjukkan pukul 7 lebih 5 menit, Alan melewati dari jam yang seharusnya dia datang. Aku mencoba bersabar dan berpikir positif tentang dia, walau hati ini mulai resah. Setengah jam sudah terlewat begitu saja, aku mulai gerah dan berdiri memandangi jalan yang mulai tampak lengang… dimana kau Alan, akankah engkau ingkari janjimu malam ini, merajut kembali serpihan cinta kita yang terkoyak… Alan datanglah, risau hati ini tanpa ada sebaris kepastian darimu…
Jam menunjukkan pukul 9 tepat, tanpa sadar ada sebutir air mata di sudut mataku, kecewakah aku, aku tak tahu apa yang mesti aku jawab. Aku mulai jenuh dengan penantian ini, aku mulai menetralisir rasa yang masih berharap. Aku menyadari ternyata cinta ini hanya cinta lama yang bersemi, namun cinta ini tak kan bisa kurajut lagi seperti dulu. Karena Alan tidak lagi memilihku… Di saat lamunan itu mulai membayangiku, tanpa sadar aku mulai menangis, rasa sakit, kecewa sama persis ketika Alan memutuskan hubungan cintanya.
Gerimis di luar menambah suasana hatiku tambah dingin, ku beranjak berdiri dan melangkahkan kakiku menuju kamar tidurku, ku berharap bisa melupakan semua kejadian malam ini. Sejenak langkahku terhenti sesaat kulihat seseorang memanggilku dari luar. Aku tak mengenalinya, tapi kenapa dia bisa tahu namaku.
Aku berjalan mendekatinya, dan mencoba mengerti apa yang disampaikannya. Sepucuk surat berwarna biru, bergambar hati dan tertera nama Alan dan namaku… ada tulisan tangan Alan berbunyi “aku masih sayang kamu”, Aku membacanya berulang-ulang dan tiba-tiba aku sadar “dimana Alan” kenapa aku terlena tanpa mendengar penjelasan orang itu, yang sempat aku ingat dan dengar hanyalah “Alan… Alan telah pergi” “Oh My God, apa yang terjadi…” aku berusaha berlari mencari jawabannya, hujan yang mulai deras mengguyur tubuhku tanpa ampun, hingga akhirnya aku melihat dari jauh kerumunan orang yang berdiri di sudut jalan itu.
Aku mencoba menerobos dan melihat apa yang mereka lihat, tapi tanpa aku sadari tiba-tiba tubuhku lemas dan mataku kabur… hingga akhirnya gelap pandanganku. Tersadar akhirnya aku hanya melihat jasad Alan yang membujur kaku di hadapanku, air mata ini telah kering, menangispun cintaku tak akan kembali, aku meratapi cinta yang sempat tumbuh kembali di hatiku, mengapa hanya untuk sesaat dan pergi lagi, cinta yang lebih kuat dari sebelumnya dan luka yang lebih dalam dari sebelumnya… aku baru menyadarinya arti cinta yang sebenarnya, ternyata Alan telah memberikan sesuatu yang berarti dalam hidupku, bahwa cinta tak selalu bisa saling memiliki namun cinta tetap akan abadi selamanya dari dalam hati…
Bagaimana aku harus memastikan bahwa cinta ini adalah cinta lama yang bersemi kembali, aku harus mencari jawabannya dari Alan.
Sengaja malam ini aku putar lagu “hello by Lionel Richi” lagu kenangan berdua saat Alan menyatakan cintanya, aku berharap Alan menepati janjinya menemuiku malam ini. Hati yang masih berdebar seperti saat aku jatuh cinta tuk pertama kali pada Alan, ku coba sembunyikan rasa galau yang mulai menyerangku.
Jam dinding menunjukkan pukul 7 lebih 5 menit, Alan melewati dari jam yang seharusnya dia datang. Aku mencoba bersabar dan berpikir positif tentang dia, walau hati ini mulai resah. Setengah jam sudah terlewat begitu saja, aku mulai gerah dan berdiri memandangi jalan yang mulai tampak lengang… dimana kau Alan, akankah engkau ingkari janjimu malam ini, merajut kembali serpihan cinta kita yang terkoyak… Alan datanglah, risau hati ini tanpa ada sebaris kepastian darimu…
Jam menunjukkan pukul 9 tepat, tanpa sadar ada sebutir air mata di sudut mataku, kecewakah aku, aku tak tahu apa yang mesti aku jawab. Aku mulai jenuh dengan penantian ini, aku mulai menetralisir rasa yang masih berharap. Aku menyadari ternyata cinta ini hanya cinta lama yang bersemi, namun cinta ini tak kan bisa kurajut lagi seperti dulu. Karena Alan tidak lagi memilihku… Di saat lamunan itu mulai membayangiku, tanpa sadar aku mulai menangis, rasa sakit, kecewa sama persis ketika Alan memutuskan hubungan cintanya.
Gerimis di luar menambah suasana hatiku tambah dingin, ku beranjak berdiri dan melangkahkan kakiku menuju kamar tidurku, ku berharap bisa melupakan semua kejadian malam ini. Sejenak langkahku terhenti sesaat kulihat seseorang memanggilku dari luar. Aku tak mengenalinya, tapi kenapa dia bisa tahu namaku.
Aku berjalan mendekatinya, dan mencoba mengerti apa yang disampaikannya. Sepucuk surat berwarna biru, bergambar hati dan tertera nama Alan dan namaku… ada tulisan tangan Alan berbunyi “aku masih sayang kamu”, Aku membacanya berulang-ulang dan tiba-tiba aku sadar “dimana Alan” kenapa aku terlena tanpa mendengar penjelasan orang itu, yang sempat aku ingat dan dengar hanyalah “Alan… Alan telah pergi” “Oh My God, apa yang terjadi…” aku berusaha berlari mencari jawabannya, hujan yang mulai deras mengguyur tubuhku tanpa ampun, hingga akhirnya aku melihat dari jauh kerumunan orang yang berdiri di sudut jalan itu.
Aku mencoba menerobos dan melihat apa yang mereka lihat, tapi tanpa aku sadari tiba-tiba tubuhku lemas dan mataku kabur… hingga akhirnya gelap pandanganku. Tersadar akhirnya aku hanya melihat jasad Alan yang membujur kaku di hadapanku, air mata ini telah kering, menangispun cintaku tak akan kembali, aku meratapi cinta yang sempat tumbuh kembali di hatiku, mengapa hanya untuk sesaat dan pergi lagi, cinta yang lebih kuat dari sebelumnya dan luka yang lebih dalam dari sebelumnya… aku baru menyadarinya arti cinta yang sebenarnya, ternyata Alan telah memberikan sesuatu yang berarti dalam hidupku, bahwa cinta tak selalu bisa saling memiliki namun cinta tetap akan abadi selamanya dari dalam hati…
Rabu, 22 Juli 2015
Gagal Move On
Failed Move On
Disaat lu semua pengen move on dari masa lalu lu yang begitu banyak moment terindah, lu semua pasti bakal susah buat move on ..
tapi percuma kalo lu semua move on tanpa let's go ..
move on tanpa let's go itu ibarat lu udah bangun, tapi lu ga mau beranjak, jadi tetep berdiam ditempat yang sama dan ga mau menuju tempat lain yang mungkin kebahagian lu sebenarnya.
mungkin lu semua bisa lupain dan benci orang yang pernah ada dihati lu, tapi yang dibilang susah move on itu adalah melupakan semua kenangan yang pernah lu lewatin berdua, ketika lu lagi berusaha move on, tiba-tiba ada moment yang dimana lu sama mantan gebetan lu pernah alami berdua, dan hasilnya pasti didalem hati lu berkata "ditempat ini/disaat seperti ini dimana pernah lu lewatin bersama" , mulai mengingat sosok mantan lu dan bergalau lagi deh.. Dan mungkin untuk sebagian orang, move on itu adalah hal sepele "tinggal cari gebetan baru, udah deh bisa move on" salah kalo lu punya pemikiran begitu , malah bisa dibilang lu itu murah dan ga punya hati ..
Gua sendiri pun mengakui , move on itu susah walaupun mau kaya gimana pun, tapi setidaknya berusahalah walaupun hasilnya FAILED ..
disaat lagi pengen move on dan ada beberapa yang mencoba isi hati ini , tetep aja susah dan malah gua berfikir apa dengan cara gua punya gebetan baru bisa move on ? yang ada malah nanti gua jatoh ke lobang yang sama ..tapi entahlah, semua orang kan punya pemikiran yang berbeda-beda ..
kalo gua bilang, CINTA ITU DRAMA , CINTA ITU KECEWA .. 35% Berhasil bahagia, 65% Gagal Bahagia
Selasa, 21 Juli 2015
Fear And Loathing In Las Vegas ( Video Official )
Fear And Loathing In Las Vegas - Jump Arround ( Video Official ) | Download
Buat kalian yang suka nonton film straming ..
cuma disini tempatnya GRATIS
http://21filmcinema.com
http://nontongratis.in
cuma disini tempatnya GRATIS
http://21filmcinema.com
http://nontongratis.in
Elang Yang Tinggal Bersama Ayam
Alkisah, di sebuah lereng gunung yang curam, ada sebuah sarang elang yang berisikan empat telur elang ukuran besar.
Satu hari, gempa bumi telah menguncang gunung itu menyebabkan salah satu dari telur itu jatuh ke kandang ayam yang berada di lembah di bawah lereng itu.
Ayam-ayam pun tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang itu. Kemudian, telur elang pun menetas dan seekor elang yang cantik pun terlahir.
Sebagai ayam, ayam-ayam itu pun membesarkan elang sebagai seekor ayam.
Sang elang pun sangat menyukai tempat tinggal dan keuarganya itu, namun sepertinya ia merasa ada semangat untuk berteriak lebih keras dari sekedar jiwa ayam.
Hingga pada suatu hari, elang itu pun menatap langit dan melihat sekelompok elang-elang hebat terbang tingi melayang-layang.
“Oh…” teriak sang elang. “Andai saja aku bisa terbang tinggi seperti burung-burung itu.”
Ayam-ayam itu pun terkekeh, “Kau tidak bisa terbang tinggi seperti mereka. Kau adalah seeokor ayam dan ayam tidak bisa terbang.”
Elang ini pun terus menatap keluarganya yang sesungguhnya di angkasa sana, bermimpi mengkhayalkan ia bisa seperti mereka.
Setiap kali elang itu membicarakan tentang impian-impiannya, ia selalu diberitahu bahwa ia tidak akan bisa melakukannya.
Dan itulah apa yang elang itu pelajari untuk diyakini. Seiring waktu, elang itu pun berhenti bermimpi dan kembali menjalani hidupnya sebagai ayam.
Akhirnya, setelah hidup lama sebagai seekor ayam, elang itu pun meninggal.
CINTA BEDA AGAMA
Antara Cinta dan Keyakinan Apakah cinta kita dapat diperjuangkan? Dunia terasa begitu indah ketika orang tengah di mabuk cinta. Hal sekecil dan sesederhana apapun tentu akan terasa begitu menyenangkan. Namun akan berbeda ceritanya ketika anda jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan. Cinta yang dilandasi dengan perbedaan keyakinan akan terasa indah karena kedua insan mampu bersatu mesti terbentang perbedaan keyakinan yang begitu nyata. Namun dibalik itu, ada kepahitan yang terasa karena justru perbedaan itulah yang menjadi penghalang kelanjutan cinta mereka. Diambil dari kisah nyata.
Berawal dari perkumpulan Komunitas/Fams di Kota tua ( Jakarta ), Ketika itu kami seluruh komunitas/fams sedang mengadakan Gathring, dan ada salah satu ketua Fams dari EWF ( Emo World Freedom ) bernama Fendy yang lagi asik dengan teman-teman famsnya, tiba-tiba melihat seorang perempuan lugu nan polos dari salah satu komunitas yang hadir di acara Gathring tersebut. Karena diselimuti rasa penasaran yang mendalam, akhirnya di cari tahulah siapa nama perempuan itu, alhasil mereka pun berkenalan dan nama perempuan itu adalah Elizha ( Lizha ), dari awal perkenalan yang berujung saling tukar nomor handphone, akhirnya mereka pun sering berkomunikasi dan sering curhat colongan di sosmed.
Dan pada malam akhir tahun 2012 menyambut Tahun Baru 2013, kami pun mengadakan acara malam tahun baruan bersama-sama semua komunitas/fams di Ancol. seiring berjalannya waktu kita semua seru-seruan bareng disana dan sama-sama menyantap ikan bakar yang t'lah kita semua persiapkan,dan malam itu menjadi momen mengharukan bagi semua yang ikut berpartisipasi di acara tersebut tepatnya sehabis petasan menghiasi langit di malam itu Lizha pun menyampaikan pesan kepada kita semua kalau malam ini adalah malam terakhir buat dia berkumpul bersama kita semua, karena dia mau pindah ke luar kota, sedih sih terutama bagi Fendy yang lagi dekat sama Lizha, akhirnya dia berpamitan sama kita semua dengan rasa berat kita semua pun mencoba ikhlas.
Lizha pun sudah pindah tapi mereka ( Fendy dan Lizha ) tidak putus komunikasi dan terus berhubungan walaupun hanya melalui sosmed dan gadget, mereka pun saling mengungkapkan isi hati mereka, dan pada suatu ketika Fendy dan teman-teman bandnya ingin pergi ke studio music, hal yang membuat heran pun muncul, tiba-tiba Lizha sudah ada di depan rumah salah satu teman band Fendy, seneng banget kayanya buat si Fendy dapet kejutan orang yang dia suka dan sayang tiba-tiba ada di depan matanya, Lizha pun memutuskan bahwa dia akan menetap di jakarta, wow tambah bahagianya.
pada tanggal 11 Januari 2013 mereka pun resmi jadian ( pacaran ), mereka menjalani hubungan yang indah dan banyak kenangan yang mungkin bakal susah buat dilupain, dari sering berantem, romantis, gila-gilaan bareng, susah seneng bareng, touring bareng dan lain-lain.
dan suatu ketika hubungan mereka sudah berjalan lama, mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan lebih serius, karena mereka sudah bosan berantem, cemburu-cemburuan dan pengen saling memiliki seutuhnya, tapi ada satu masalah besar dalam hubungan mereka yang mungkin tidak akan ada solusinya karena mereka sama-sama memegang teguh keyakinan mereka masing-masing, yaitu Agama.
Tetapi mereka berdua tetap bertahan menjalani hubungan mereka dan mencoba mencari jalan keluar untuk kehidupan mereka kedapannya. Sudah 2 tahun mereka menjalani hubungan itu, terkadang masalah itu pun sudah hampir terpecahkan, tapi sebuah pemikiran pun tidak pernah menetap pada suatu komitmen, hari ini Iya , besok Tidak.
Dari masalah itu, hubungan mereka pun jadi goyang dan sering bertengkar, dan di setiap pertengkaran selalu masalah perbedaan agama di bahas, memang sih orang tua Lizha agamanya kuat makanya anaknya harus punya suami yang seagama ( Kristen ), dan kalau orang tua Fendy ngasih kebebasan buat pilihan anaknya dan tidak pernah memaksa untuk masa depannya.
Waktu terus berjalan, semakin hari semakin banyak perubahan di hubungan mereka, mereka udah jarang berkomunikasi dan jarang bertemu. Pada suatu hari mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka yang selama 2 tahun 3 bulan itu, dengan berat mereka pun berpisah bukan karena tidak sayang dan tidak cinta, tapi mereka berdua tidak ingin saling egois karena suatu hubungan yang berbeda agama dan mengecewakan kedua orang tua mereka masing-masing. Benar kalau ada yang bilang, Cinta Itu Tidak Harus Memiliki..
Sekian.
Langganan:
Komentar (Atom)



